Pada suatu hari... aku dapet informasi buat vaksin tanggal 10 Januari. Dan entah kenapa aku malah seneng.
Dan hari ini lah "hari-h" nya. Paginya aku siap-siap, ya nggak pagi banget sih, sekitar jam 9 baru siap siap :p Back to the topic, paginya aku siap-siap.. Yang mau aku bawa ada kartu keluarga (yang nanti terjadi sesuatu dengan benda ini), minum, uang 5rb (nggak ngerti buat apa). Dan akhirnya berangkatlah aku ke sekolah, aku ke sekolah pakai Go-Jek
Di sekolah aku ke loket buat ngambil semacam formulir data gitu, isinya itu identitas, misal nya nama.. yah pokonya semacam itu lah. Terus di formulir itu aku ngisi Nama, alamat, no. telp, dan NIK. Terus aku tanya ke Ustadzah, "Ust,ini NIK nya gimana ust? Saya nggak hafal" Terus Ust ku bilang "Nik nya ada di KK, bawa kan?"
Nara : "Duh,lupa bawa Ust"
Ustadzah : "Hadeeeuuuh, ya tak wa umimu"
Dan akhirnya KK nya difoto dan dikirim lewat WA. Di formulir itu juga ada nomor urutan, dan aku dapet nomor 483.
Setelah dapet nomor urutan aku nungguin bareng temen-temen. Sambil nunggu, aku ngobrol-ngobrol gitu. Dan waktu nunggu, aku tiba-tiba deg-degan karena liat temen-temenku yang udah disuntik itu banyak darahnya di bagian yang disuntik. Singkat cerita, aku nanyain nomor salah satu temenku, alhamdulillah nya dia nomor 485. Kenapa aku bilang "Alhamdulillah"? karena kalau dia nomor 485 dan aku nomor 483, berati kami dipanggilnya bareng. Dan akhirnya aku dipanggil.
Kami (Kami disini berarti aku dan temen yang nomor 485) pun langsung maju ke lokasi penyuntikan atau yang aku sebut "penusukan". Alhamdulillah nya aku bareng sama salah satu temen deket, jadi aku nggak grogi.
Sebelum di suntik, aku ke salah satu meja untuk di tes tenganan darah. Terus aku ke meja selanjutnya untuk di tanya-tanyain gitu, serasa di interogasi hehe. Contoh pertanyaan nya itu kaya gini "Pernah kena COVID?" atau "Selama seminggu ini pernah sakit?" pokonya semacam itu lah. Setelah di "Interogasi" (Bukan interogasi sih,cuma aku pinginnya nyebut interogasi aja) aku ke tempat penyuntikan. Dan waktu disuntik, rasamya agak sakit, terus aku merem, terus tiba-tiba ust ku bilang "Gausah merem, orang udah selesai". Jadi ternyata aku meremnya telat wkwk. Dan habis disuntik, aku liat dibagian pundak ku, terus aku mikir "kok nggak ada darahnya?" ternyata nggak se ekstrim itu.
Dan akhirnya aku pulang naik Go-Jek
Komentar
Posting Komentar