Sampul Trio Detektif #5:Misteri Kurcaci Gaib DESKRIPSI BUKU
Judul : Trio detektif: misteri Kurcaci gaib
Dikarang oleh :Robert Arthur
Penerbit :Pt. Gramedia
Dirilis :1973
Genre :Misteri,petualangan
Jumlah halaman :216 halaman
Buku ini dikarang oleh Robert Arthur yang lahir di filipina pada tahun 1909 dan meninggal di amerika pada tahun 1969. Robert Arthur banyak menulis buku misteri. Keunikan dari novel ini adalah saya yang membaca bisa ikut merinding sendiri saat di waktu tegang. Lalu juga buku ini jadi membuat saya kepingin membuat tim detektif saya sendiri hehehehe. Jika saya membandingkan buku ini dengan buku Lima Sekawan,Lima sekawan masih menggunakan alat yang sangat sederhana seperti obor,senter,kue jahe (untuk dimakan hihihi) karena Lima Sekawan di tulis pada tahun 1942,jika Trio Detektif ini sudah menggunakan peralatan yang cukup canggih. Menurut saya,buku ini sangat berkesan karena kemampuan Jupiter (salah satu karakter) dalam menyimpulkan deduksi yang sangat hebat dan saya juga terkesan dengan markas rahasia mereka yang keren dan penuh pintu rahasia.
Novel ini menceritakan tentang trio detektif yang mendapat kasus tentang seorang perempuan yang akhir-akhir ini mengaku melihat kurcaci setiap malam dan kebetulan trio detektif juga sedang mencari tahu tentang pending emas yang di curi di museum. Lalu Jupiter dan Pete (dua dari trio detektif) tinggal semalam di rumah perempuan tua itu. Lalu pete melihat seorang kurcaci dan mereka mengejarnya. Tiba-Tiba mereka ditangkap oleh seorang laki-laki bernama Rawley yang ternyata menyewa para orang kerdil untuk berkostum kurcaci.
Dari dari 10 Nilai kuberi nilai 9 karena keseruan buku ini dan kasus yang membuat tegang. menurut saya keunggulan novel ini adalah bahasanya yang mudah dipahami. jadi novel ini untuk anak SD bisa lah dipahami. O iya,sama keunggulan lainnya adalah cerita yang busa membuat saya lebih berimajinasi.
Novel ini cocok untuk pecinta detektif,pesuka genre misteri dan petualangan,dan cocok pula untuk anak-anak
Suka Baca Buku? Baca Review buku di bawah ini!
Writer:Naryama Narotama

Komentar
Posting Komentar